PANITIA PENYELENGGARA KONFERENSI PEMUDA MUSLIM INTERNASIONAL UNTUK PEMBEBASAN PALESTINA DAN AL AQSA

KONFERENSI PEMUDA MUSLIM INTERNASIONAL UNTUK PEMBEBASAN AL AQSHA

Tentang ICLA, ICLA adalah

PENDAHULUAN

Islam sangat memperhatikan dan memuliakan pemuda. Al-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda Ashaabul Kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga Allah Subhanahu Wata’ala menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun.

Kisah pemuda Ashaabul Ukhdud dalam al-Qur’an surat al Buruj: 4-8 menceritakan tentang pemuda yang tegar dalam keimanannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala sehingga menyebabkan banyak masyarakatnya yang beriman dan membuat murka penguasa.

Masa muda sebagai masa yang sangat vital ditunjukan oleh Allah secara jelas dalam penunjukan nabi-nabi-Nya. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu. Berkata: Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah melainkan ia pilih dari kalangan pemuda saja (sekitar 30-40 tahun) begitu juga tidak seorang alim pun yang diberi ilmu melainkan dari pemuda saja”. (Tafsir Ibnu Katsir III/63).

Pada masa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasalam, pemuda juga menjadi golongan pertama yang pertama kali beriman. Diantaranya Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam (8 tahun), Thalhah bin Ubaidillah (11 tahun), al-Arqam bin Abi al-Arqom (12 tahun), Abdullah bin Mas’ud (14 tahun), Sa’ad bin Abi Waqqash (17 tahun), Ja’far bin Abi Thalib (18 tahun), Zaid bin Haristah (20 tahun), Mush’ab bin Umair (24 Tahun), Umar bin Khattab (26 tahun), Abu bakar Ash-Siddiq (37 tahun), dll.

Dewasa ini, terminologi kemanusiaan ternyata hanya berlaku pada kelompok-kelompok tertentu saja. Penindasan bahkan penjajahan secara ajaib menemukan arti baru di era baru ini. Mereka menyebutnya sebagai upaya penumpasan terhadap ekstrimis, radikalis, dan teroris. Misalnya yang paling nyata saat ini adalah pendudukan ilegal Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Dukungan finansial yang nyaris tak ada batasnya dari sekutu-sekutunya membuat mereka mampu mendikte media supaya beropini sesuai dengan keinginan mereka. Dan sekarang ini, kejahatan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina itu sudah pada tahap dianggap wajar sebagai usaha untuk membela diri. Kejahatan itu belum ada yang mampu menyeretnya ke pengadilan internasional.

Paradoks antara nyaringnya suara kemanusiaan dan anti terorisme dengan politik apartheid di kalangan Zionis Israel dan Amerika baru-baru ini kembali dipertontonkan tanpa rasa malu. Secara sepihak Presiden Donald Trump mengumumkan pengakuannya bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel dan mereka berencana memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan ini mengundang kemarahan dunia, tidak saja rakyat palestina dan Timur Tengah tapi juga seluruh dunia.

Dunia mengecam pernyataan Trump sebagai anti klimaks dari upaya perdamaian yang dengan susah payah dirintis dan diusahakan. Sehari setelah pernyataannya, pecah seruan perang dari rakyat Palestina kepada Israel dan Amerika tentu saja. Rakyat Palestina menyerukan intifada ke tiga.

Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala membuktikan ke-MahabenaranNya. Secara ajaib juga, Islam menampakan perkembangannya justru di saat begitu banyak orang yang menentang. Di Eropa, Amerika, dan Rusia Islam nampak begitu mudah diterima oleh masyarakat Barat. Mereka lebih memahami Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin dari pada stigma Islam adalah teror.

Begitu juga mengenai issue Palestina, dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina semakin hari semakin massif. Eksistensi Israel di Palestina sebagai penjajahan semakin diakui oleh masyarakat dunia.
Posisi Indonesia dalam hal ini amat jelas. Indonesia; sejarah, falsafah, dan dalam pembukaan undang-undang dasarnya menentang segala jenis penjajahan karena tidak sesuai dengan peri keadilan dan peri kemanusiaan.

Dalam berbagai kesempatan sejak awal kemerdekaan, Indonesia selalu berada dekat, sangat dekat mendukung Palestina dan menentang eksistensi Israel. Oleh karena itulah, rakyat Indonesia selalu menjadi yang terdepan dalam setiap pembelaan kepada rakyat Palestina.

DASAR PEMIKIRAN

سُبحانَ الَّذي أَسرىٰ بِعَبدِهِ لَيلًا مِنَ المَسجِدِ الحَرامِ إِلَى المَسجِدِ الأَقصَى الَّذي بارَكنا حَولَهُ لِنُرِيَهُ مِن آياتِنا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّميعُ البَصيرُ

Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkantanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra [17] : 1)

قَد نَرىٰ تَقَلُّبَ وَجهِكَ فِي السَّماءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبلَةً تَرضاها ۚ فَوَلِّ وَجهَكَ شَطرَ المَسجِدِ الحَرامِ ۚ وَحَيثُ ما كُنتُم فَوَلّوا وُجوهَكُم شَطرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذينَ أوتُوا الكِتابَ لَيَعلَمونَ أَنَّهُ الحَقُّ مِن رَبِّهِم ۗ وَمَا اللَّهُ بِغافِلٍ عَمّا يَعمَلونَ

Artinya : “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Q.S. Al-Baqarah: 144)

قالوا سَمِعنا فَتًى يَذكُرُهُم يُقالُ لَهُ إِبراهيمُ

Artinya: Mereka berkata “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim “.

AL HADITS

يارَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

Artinya : “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis”. Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى (صحيح البخاري

Artinya : Sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wasalam Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA).

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ (رواه الترمذي)

Artinya: “Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu): (1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?;
dan (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. (Sunan At-Tirmidzî).

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسْجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ

Artinya: Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allâh dibawah naungan ‘Arsynya pada hari tidak ada naungan selain naungan Allâh Azza wa Jalla (yaitu) : imam yang adil; Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allâh Azza wa Jalla ; Seorang laki-laki yang mengingat Allâh dalam kesunyian (kesendirian) kemudian dia menangis (karena takut kepada adzab Allâh); Seorang laki-laki yang hatinya selalu bergantung dengan masjid-masjid Allâh; Dua orang yang saling mencintai, mereka berkumpul dan berpisah karena Allâh Azza wa Jalla ; Dan seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang permpuan yang memilki kedudukan dan cantik akan tetapi dia menolak dan berkata, ‘Sesungguhnya aku taku kepada Allâh.’ Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Tema

Membangun Kerjasama Pemuda Muslim Internasional Untuk Membebaskan Masjid al Aqsa

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud Penyelenggaraan Konferensi Pemuda Muslim Internasional Tentang Al Aqsa untuk:

  • Meneguhkan pemahaman Pemuda Muslim terhadap kedudukan al Aqsa menurut al Qur’an dan al Hadits.
  • Meneguhkan Pemahaman Pemuda Muslim terhadap pentingnya al Aqsa bagi perdamaian di Timur Tengah dan dunia pada umumnya.
  • Membangun kesepahaman Pemuda Muslim dalam visi, misi, dan aksi membebaskan Masjid al Aqsa dan Palestina.

Tujuan Pelaksanaan Konferensi Pemuda Muslim Internasional Tentang al Aqsa adalah:

  • Mempererat silaturahim antar Pemuda Muslim Internasional.
  • Merintis upaya pembebasan Masjid al Aqsa secara terintegrasi antar aktivis dan organisasi kepemudaan Islam internasional.
  • Menyusun kesepahaman terhadap pembebasan al Aqsa sebagai tujuan utama

TARGET PELAKSANAAN

Target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Konferensi Pemuda Muslim Internasional Tentang al Aqsa adalah:

  • 1. Tersusunnya Deklarasi Pemuda Muslim Internasional untuk membebaskan Masjid al Aqsa.
  • Tersusunnya roadmap perlawanan untuk membebaskan Masjid al Aqsa yang terintegrasi dari elemen-elemen pembebas Masjid al Aqsa.
  • Menetapkan jenis aksi nyata Pemuda Muslim internasional sebagai wujud konkret keberhasilan konferensi.
  • Membangun Islamic Youth Crisis Center on Liberation of al Aqsha / Pusat Krisis Pemuda Muslim Untuk Pembebasan al Aqsha.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu Pelaksanaan : Senin-Rabu, 13-15 Sya’ban 1439 H / 31 April-02 Mei 2018 M

Tempat Pelaksanaan : Ruang Sidang Utama Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Bandar Lampung

PENYELENGGARA & PANITIA

KONSORSIUM

Penyelenggara kegiatan ini adalah kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Indonesian Consortium for Liberation of Al Aqsa (ICLA).
ICLA adalah konsorsium dari beberapa NGO di Indonesia yang memiliki komitmen untuk mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al Aqsa.

Konsorsium ini berhimpun pada tanggal 2 November 2017 di Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia di Jakarta, tepat 100 tahun sejak Deklarasi Balfour. Anggota dari ICLA adalah:

  1. Aqsa Working Group (Jakarta) – aqsaworkinggroup.com
  2. Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) (Bogor) – syubban.com
  3. Kantor Berita Islam Mirajnews – mirajnews.com
  4. Ikatan Alumni Al Fatah (Lampung)
  5. Medical Emergency Rescue Committee (Jakarta) mer-c.org
  6. Radio Silaturahim (Jakarta) – radiosilaturahim.com

KERJASAMA

Kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung ini merupakan dukungan Pemprov Lampung atas berbagai kegiatan dan program sudah terjalin dengan sangat baik. Berikut ini beberapa program yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group maupun Al Fatah dengan dukungan Pemprov Lampung:

  1. Peresmian Shuffah Qur’an Abdullah bin Mas’ud (SQABM) di Al Fatah oleh Gubernur Lampung pada tahun 2013. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Palestina, Duta Besar Sudan, Kementerian Agama RI, dan Kementerian Kehutanan.
  2. Ceramah dari Imam Masjid Al Aqsa di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung pada tahun 2015.
  3. Seminar tentang Bahaya Komunisme di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung pada tahun 2016.
  4. Berbagai dukungan dan kerjasama Pemprov Lampung pada program penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina, Suriah, dan Rohingya.

PANITIA

Adapun panitia Konferensi Pemuda Islam Internasional 1439H yaitu;

  1. Panitia Nasional Kolektif yaitu terdiri dari Pemuda Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Aqsa Working Group, Mirajnews Agency.
  2. Panitia Lokal Konferensi yaitu terdiri dari Ikatan Alumni Al Fatah

PESERTA

Peserta Konferensi terdiri dari:

  1. Organisasi Kepemudaan Nasional.
  2. Organisasi Kepemudaan Internasional (Palestina, Malaysia, Thailand, Filipina, Turki, Amerika, Australia, dll).
  3. Mahasiswa/Pelajar Umum (dalam dan luar negeri)
  4. Undangan yang terdiri dari Pemerintah, Tokoh-tokoh penggiat (aktivis), LSM,

Perkiraan jumlah total peserta konferensi 200 orang